Software
Second Life
by -h3nz3- on Dec.03, 2009, under Software
Second Life adalah aplikasi virtual 3d berbasis internet yang diluncurkan pada tahun 2003. Second Life di kembangkan oleh perusahaan Linden Research, inc. Sebuah program klien yang gratis yang disebut Second Life Viewer memungkinkan para penggunanya disebut ‘Residents’, untuk berinteraksi dengan satu sama lain melalui avatar. Residents dapat mengeksplorasi, bertemu penduduk lain, bersosialisasi, berpartisipasi dalam kegiatan baik individu maupun kelompok, serta membuat dan memperdagangkan properti virtual dan jasa satu sama lain, atau melakukan perjalanan di seluruh dunia, yang mana Residents terhubung sebagai grid. Second Life diperuntukan kepada orang yang berusia 18 tahun ke atas, sementara Teen Second Life bagi yang berusia 13 hingga 17 tahun.
MySQL GUI Tools on Ubuntu(linux)
by mayo1210 on Aug.06, 2009, under Software, database
Menginstall MySQL GUI Tools di ubuntu (linux) ada dua cara, yakni menggunakan Console/Synaptic Package Manager atau mengunduhnya terlebih dahulu, kemudian baru di ekstrak, dan install.
Ok cara pertama menggunakan dengan donlot via console
sudo apt-get install mysql-admin
sudo apt-get install mysql-query-browser
Nah kalo mao install gk pake via synaptic, saya perefer donlod di sini , dengan catatan harus menjadi member dr Mysql dulu pastinya.
kalau sudah ketikan perintah seperti di bawah: (continue reading…)
MySQL GUIT Tools Part 2 (Restore)
by mayo1210 on Aug.05, 2009, under Software
Oke. Tanpa mengurangi rasa hormat dan sopan santun dengan secara tidak langsung, saya sama saja membajak kerjaannya bang ark nih (maap beribu-ribu maap nih bang
). Baik, untuk sementara kita kesampingkan hal tsb, jangan sampai nulisnya stengah hati nih, heheh.
Pertama-tama sebelum kita masuk ke GUI Tools, kita bahas dulu syntax untuk me restore databasenya
(continue reading…)
MySQL GUI Tools Bag 1(Backup)
by arkumik on Jul.16, 2009, under Software
Mukadimah
MySQL merupakan database open source paling populer di dunia, apalagi karena statusnya yang Opensource(kecuali versi enterprisenya) dan menurut saya yang terbaik dari keberadaan MySQL adalah dukungan secara tak langsung terhadap Kewirausahaan(Enterpreneurship) yang mandiri, dan tentu saja hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah kita yang ingin menggalakan kewirausahaan mandiri, yang salah satu indikatornya akan dibangun banyak SMK diseluruh penjuru negeri. Maka dari itu ada baiknya masyarakat yang ingin terjun di dunia IT(Information Technology) di Indonesia sebaiknya menguasai salah satu tools opensource yang satu ini. (continue reading…)
Instalasi LAMPP di Ubuntu 9.04
by mayo1210 on Jun.27, 2009, under Operating System, Software
Baru dapet kiriman ubuntu 9.04, langsung tersipu2 deh sm compiz..lumayan buat pamer2 (maklum gk mampu beli mac hehehe). Oke untuk instalasi software-software tambahan dapat diinstall melalui synaptic package manager di system>administration>synaptic package manager ; atau Application>add/remove
Install Netbeans 6.5 pada OpenSolaris 2008.11
by panji on Feb.07, 2009, under Software

Awalnya saya kebangun dari tidur saya, lalu langsung menuju ke meja komputer dan langsung menyalakan komputer. Pada saat sedang booting, saya masuk ke OpenSolaris. tadinya sempet bingung mau ngapain, karena masih banyak yang belum bisa saya lakukan disana, dan saya hanya melihat-lihat saja. Nda sengaja saya melihat isi flashdisk saya, ternyata ada Mentahan Netbeans untuk solaris. Tanpa pikir panjang lagi, langsung saya install netbeansnya. dengan (continue reading…)
Benarkah Tipe Data primitif integer dan long di JAVA memiliki jangkauan yang sama ???
by arkumik on Jan.16, 2009, under Software
Hari ini saya rada-rada suntuk terhadap project saya, sehingga saya mencari cara untuk me-refresh otak dengan mengerjakan sesuatu yang tidak terkait project namun masih terkait dengan coding(untuk pertanyaan ngooding apa?, ini akan dibahas di postingan saya berikutnya:P);)
Seiring coding berjalan, saya menemukan sesuatu yang tidak biasa, yaitu panjang tipe data int dan long ternyata sama ???? (continue reading…)
Install Konfigurasi Java di OpenSolaris Secara Manual
by arkumik on Dec.31, 2008, under Operating System, Programming, Software
Sudah beberapa hari ini saya mencari agar bisa mengkonfigurasi JAVA_HOME & PATH di opensolaris.
Tujuan pertama saya adalah mensetting JAVA_HOME & PATH yang kemudian menjalankan java compiler di direktori manapun, namun seiring dengan waktu akhirnya target saya adalah menjalankan compiler di setiap direktori (karena pasrah echonya gak keluar-keluar “echo $JAVA_HOME”), hingga pada tanggal 30 lewat jam +/-2:00 ada seorang teman yang saya kenal baik di Sun Microsystem Indonesia yang sedang online, spontan langsung saya cecer dengan pertanyaan yang sudah lama saya simpan (meskipun hal ini sudah saya tanyakan ke milis;)), kemudian dia-pun memberikan solusi yang terbukti manjur yaitu:
$pfexec pkg install java-dev
Saya coba dan berhasil;), hanya saja solusi di atas terlalu mahal karena :
- memerlukan akses internet
- besarnya 584 MB
- Menghabiskan waktu +/-7 jam
Setelah berhasil saya install, saya test mengetik:
$javac
dan seperti dugaan berhasil, namun effortnya dan efeknya terlalu besar untuk alokasi 5 GB opensolaris (setelah di restart langsung kerja opsolnya jadi lambat)
Akhirnya pada tanggal 31 Desember saya kembali mengoprek opensolaris, dan opensolaris yang saya gunakan kemarin…, saya install ulang, setelah selesai install ulang saya download Java SE untuk solaris(jdk-6u11-solaris-i586.sh)
Proses-proses untuk konfigurasi adalah sebagai berikut:
1. Installasi(alias ekkstraksi):
$sh jdk-6u11-solaris-i586.sh
2. Naik ke previlage root
$su
password:(masukan password root anda)
3. akses file profile
#cd /
#gedit /etc/profile
4. Konfigurasi file profile dengan memasukan:
export JAVA_HOME=/jdkpath/jdk1.6.0_11
export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin:$JAVA_HOME/jre/bin
5. save
6. reboot
7. Ketik javac pada shell, jika tidak ada tulisan command not found, artinya insya allah berhasil;)
note: Bila belum berhasil maka lakukan langkah 4 pada file .profile atau .bashrc(cara mengakses dua file ini adalah dengan cara klik home, setelah tampil direktorinya pilih view–>Show Hidden Files)
Sekian mudah-mudahan bermanfaat;)
Setting Environment Variable Java Pada Windows
by ryo on Dec.23, 2008, under Operating System, Software
Bismillahirohmanirrohim.
Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mengatur variable environment ini, anda-anda harus, kudu, wajib install JDK dan JRE dulu di sini. Nah kalau sudah di install, mari kita beranjak ke desktop atau explorer, klik kanan pada my computer, properties>advanced>environment variable. jika benar, maka akan muncul tampilan sbb:

Kemudian kita klik button new (pada label system variabel, bukan yang variabel for owner). Setelah itu ketikan di variabel name “JAVA_HOME” (persis seperti yang tertera, dan tanpa kutip), kemudian isikan variabel value dengan path java diinstall (misalkan saya menginstall java pada root, maka pathnya seharusnya adalah “C:\Java\jdk1.6.0\bin” ). Selesai mengatur satu variabel, variabel lainnya menunggu..
sekarang giliran kita setting variabel path, biasanya variabel ini sudah ada, kita tinggal menambahkan path java saja.
nah, anda tinggal klik di path(variabel)>edit ,di variabel valuenya ditambahkan “;%JAVA_HOME%\;“. Saya akan coba jelaskan satu persatu. tanda “;” menjelaskan untuk membatasi nilai pada variabel “path” tersebut. sedangkan JAVA_HOME mewakilkan path folder java yang sudah kita definisikan di variabel “JAVA_HOME” sebelumnya. Bila sudah, sekarang waktunya pengecekan. Masuk ke dalam command prompt (windows>run>ketikan cmd) kemudian ketikan java lalu enter, kemudian ketikan javac kemudian enter, bila kedua perintah tersebut sukses, maka anda telah mengatur environment variabel dengan benar, congratulations. Dengan begini, anda dapat compiling & running di directory/folder/drive manapun. Dengan kata lain, untuk compile sebuah file java,
Classpath
Sekilas tentang Web 2.0
by arkumik on Dec.08, 2008, under Programming, Software
Mukadimah
Web 2.0 adalah sebuah versi yang menunjukan begitu pesatnya perkembangan aplikasi berbasis web, namun ini juga menandakan di masa mendatang, akan terjadi pergeseran paradigma terutama pada pemisahan antara aplikasi berbasis desktop atau aplikasi berbasis web. Betul saat ini pengembang yang membangun aplikasi dengan standar web 2.0, di Indonesia masih jarang, baik di level komunitas maupun di level corporate. Namun itu belum tentu menandakan standar web 2.0 tidak akan menjadi trend baru di Indonesia. Maka dari itu sebelum berbicara lebih jauh mengenai kenapa web 2.0 akan menjadi trend baru pengembangan aplikasi berbasis web, ada baiknya kita mengenali dulu kriteria-kriteria yang menyebabkan sebuah aplikasi berbasis web dapat disebut “termasuk dalam kategori aplikasi web 2.0”.
Pembahasan
Jika kita mengacu pada konferensi pertama web 2.0, yang dihadiri oleh O’Reilly dan John Battelle maka yang menjadi tema dari teknologi ini adalah :
-
Web sebagai platform
-
Data sebagai kekuatan penggerak
-
Efek dari network yang dihasilkan dari arsitektur partisipasi
-
Inovasi terjadi dan dikembangkan di dalam sistem web
-
Lightweight business model
Jika dilihat dari tema web 2.0 di atas tampaknya masih membingungkan bila kita menjelaskan kepada orang awam, maka dari itu saya akan mencoba menyderhanakan kekompleks-an dari web 2.0. beberapa hal yang menjadi kata kunci yaitu:
-
Browser minded
-
Painted by others
-
AJAX
1. Browser Minded
Saya rasa hal ini merupakan aspek pertama yang langsung terlihat dari keberadaan web 2.0, kenapa bisa terjadi? Sebab pada era web base ketergantungan kita untuk menginstall aplikasi akan diminimalkan, pengaruh web 2.0 akan menggeser kebutuhan akan aplikasi desktop, bahkan WebOS yang menjadi kontainer aplikasi-aplikasi yang mampu ditangani browser, sehingga bukan mustahil pada suatu saat pada desktop kita hanya terdapat aplikasi anti virus, game dan browser
2. Painted by others
Maksudnya adalah pada era web 2.0 user dapat mengisi konten di web yang bukan merupakan kepemilikannya bahkan dapat menjalankan aplikasi, intinya nilai dari sebuah web akan ditentukan tidak hanya oleh si pembuat web namun juga ditentukan oleh user-user yang suka “nongkrong” di situs tersebut, dan menghasilkan komunitas di dalam komunitas.
3. AJAX(Asynchronous JavaScript and XML+(CSS))
Pada akhirnya ini merupakan salah satu teknologi terpenting dalam membangun web 2.0, bahkan ada ungkapan dikalangan developer “we can’t distinguish between web 1.0 and web 2.0 without AJAX”, dari ungkapan itu saja kita sudah mampu menyimpulkan betapa pentingnya AJAX dalam membangun web 2.0. bisa kita simpulkan bahasa pemrograman apapun bila ditambahkan AJAX maka akan berpotensi untuk membangun web 2.0 .
Maka dari itu mari kita ikut serta berinovasi untuk mengembangkan web 2.0 bahkan bilamana mungkin kita ikut serta berpartisipasi dalam menentukan web 3.0, meskipun ketika saya menulis blog ini masih banyak perdebatan mengenai era web 2.0, namun kalau menurut saya pribadi yang terpenting adalah manfaat dari teknologinya dan implikasinya kepada, baik untuk developer IT maupun pengguna jasa IT, web 2.0 bagi saya masih merupakan sebuah simbolisasi pertanda inovasi perkembangan aplikasi berbasis web, belum menjadi konsep yang dapat dibakukan dalam ilmu IT. Mudah-mudahan seiring dengan waktu web 2.0 akan menjadi sebuah konsep yg kuat dan menyokong dunia IT.

