Operating System
Instalasi LAMPP di Ubuntu 9.04
by mayo1210 on Jun.27, 2009, under Operating System, Software
Baru dapet kiriman ubuntu 9.04, langsung tersipu2 deh sm compiz..lumayan buat pamer2 (maklum gk mampu beli mac hehehe). Oke untuk instalasi software-software tambahan dapat diinstall melalui synaptic package manager di system>administration>synaptic package manager ; atau Application>add/remove
Cara menginstall OpenOffice 3.0 pada OpenSolaris 2008.11
by panji on Jan.20, 2009, under Maintenance, Operating System

Awalnnya ketika saya baru selesai menginstall OpenSolaris 2008.11, saya ingin menggunakan office, ternyata setelah saya cek ulang, ternyata di dalam OpenSolaris 2008.11 belum terdapat OpenOffice.
Nah, disini saya akan mencoba memberi tahu sedikit tentang bagaimana cara menginstall OpenOffice 3.0 pada OpenSolaris 2008.11. Berikut adalah caranya :
- Tentunya komputer kita harus terkoneksi ke internet supaya (continue reading…)
Install Flash Player Mozilla Firefox di Open Solaris 2008.11[terminal mode]
by mayo1210 on Jan.10, 2009, under Operating System
Bila sebelumnya ada posting mengenai menggunakan you tube di OSOL 2008.11, yang mana intinya hampir sama dengan postingan ini,hanya saja beda ‘gaya’. Maklum saya pemula,jadi baik GUI maupun Terminal sama bingungnya..hehe
Jadi berawal ingin maen game berbasis flash di internet, sehingga mengharuskan saya menginstall flash player pada browser yang saya gunakan, jadi mau tidak mau saya harus mengunduh dan meng-install flash player dari sini.
1. Oke setelah kita unduh sekarang kita mulai membuka terminal.
2.Setelah itu kita mulai mengexstract file compressed tsb dgn perintah tar xvf flash_player_9_solaris_x86.tar.bz2 *
3. Setelah itu copy file libflashplayer.so ke /usr/lib/firefox/plugins/ dengan menggunakan perintah cp libflashplayer.so /usr/lib/firefox/plugins/
4. Restart Mozilla Firefox
Mungkin sekian dulu sedikit sharing dari saya, maaf banget kalo terlalu cupu,maklum,namanya juga newbie-newbie (lebih parah dari newbie)..hahaha
Kalo ada yang salah2 diutarakn saja lewat komen,kritik dan saran ditunggu..:D
Install Konfigurasi Java di OpenSolaris Secara Manual
by arkumik on Dec.31, 2008, under Operating System, Programming, Software
Sudah beberapa hari ini saya mencari agar bisa mengkonfigurasi JAVA_HOME & PATH di opensolaris.
Tujuan pertama saya adalah mensetting JAVA_HOME & PATH yang kemudian menjalankan java compiler di direktori manapun, namun seiring dengan waktu akhirnya target saya adalah menjalankan compiler di setiap direktori (karena pasrah echonya gak keluar-keluar “echo $JAVA_HOME”), hingga pada tanggal 30 lewat jam +/-2:00 ada seorang teman yang saya kenal baik di Sun Microsystem Indonesia yang sedang online, spontan langsung saya cecer dengan pertanyaan yang sudah lama saya simpan (meskipun hal ini sudah saya tanyakan ke milis;)), kemudian dia-pun memberikan solusi yang terbukti manjur yaitu:
$pfexec pkg install java-dev
Saya coba dan berhasil;), hanya saja solusi di atas terlalu mahal karena :
- memerlukan akses internet
- besarnya 584 MB
- Menghabiskan waktu +/-7 jam
Setelah berhasil saya install, saya test mengetik:
$javac
dan seperti dugaan berhasil, namun effortnya dan efeknya terlalu besar untuk alokasi 5 GB opensolaris (setelah di restart langsung kerja opsolnya jadi lambat)
Akhirnya pada tanggal 31 Desember saya kembali mengoprek opensolaris, dan opensolaris yang saya gunakan kemarin…, saya install ulang, setelah selesai install ulang saya download Java SE untuk solaris(jdk-6u11-solaris-i586.sh)
Proses-proses untuk konfigurasi adalah sebagai berikut:
1. Installasi(alias ekkstraksi):
$sh jdk-6u11-solaris-i586.sh
2. Naik ke previlage root
$su
password:(masukan password root anda)
3. akses file profile
#cd /
#gedit /etc/profile
4. Konfigurasi file profile dengan memasukan:
export JAVA_HOME=/jdkpath/jdk1.6.0_11
export PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin:$JAVA_HOME/jre/bin
5. save
6. reboot
7. Ketik javac pada shell, jika tidak ada tulisan command not found, artinya insya allah berhasil;)
note: Bila belum berhasil maka lakukan langkah 4 pada file .profile atau .bashrc(cara mengakses dua file ini adalah dengan cara klik home, setelah tampil direktorinya pilih view–>Show Hidden Files)
Sekian mudah-mudahan bermanfaat;)
Install Flash Player Mozilla Firefox di Open Solaris 2008.11
by arkumik on Dec.27, 2008, under Operating System
Hari ini saya kembali mengutak-atik opensolaris di komputer yang saya pergunakan, karena tim kami berencana melakukan fase developing project pada OS berbasis Nux dan Nix, nah untuk yang Nix kami saat ini menentukan pilihan pada opensolaris/solaris(untuk produksi kemungkinan kami menggunakan ini namun tampaknya kami menunggu yang versi 11), tapi sepertinya tidak lengkap opensolaris yang akan menjadi lingkungan baru kita, tapi tidak memenuhi aspek-aspek yang seharusnya terpenuhi;)
Youtube, pada opensolaris 2008.11 yang saya miliki, belum dapat menggunakan youtube, untuk itu dalam posting kali ini saya akan mencoba memberitahu bagaimana caranya agar youtube bisa berjalan di opensolaris;)
Langkah-langkah
- buka youtube pada mozilla firefox–>kemudian pilih video manapun di dalam youtube(karena hasilnya akan sama saja;))–>ada pilihan get adobe flash player, klik link tersebut–>ada pilihan untuk install di solaris tapi tidak bisa, selanjutnya akan ada pilihan download–>download dan simpan.
- pada file flash_player_9_solaris_x86.tar.bz2 extract here–> maka akan muncul folder flash_player_9_solaris_r151_x86, klik 2x untuk masuk ke folder tersebut–>di dalamnya ada file libflashplayer.so, copy.
- klik icon home yg berada di sebelah kiri icon firefox–>pada menu panel klik view–>klik Show Hidden files–>akan muncul folder .mozilla, klik 2x–>setelah masuk ke dalam folder .mozilla, periksa apakah ada folder yang bernama plugins–?>kalau tidak ada, klik kanan create folder beri nama plugins(ingat ini case sensitif)–>masuk ke folder plugins dan paste file libflashplayer.so
Sekian;), semoga langkah-langkah ini bermanfaat;)
Setting Environment Variable Java Pada Windows
by ryo on Dec.23, 2008, under Operating System, Software
Bismillahirohmanirrohim.
Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mengatur variable environment ini, anda-anda harus, kudu, wajib install JDK dan JRE dulu di sini. Nah kalau sudah di install, mari kita beranjak ke desktop atau explorer, klik kanan pada my computer, properties>advanced>environment variable. jika benar, maka akan muncul tampilan sbb:

Kemudian kita klik button new (pada label system variabel, bukan yang variabel for owner). Setelah itu ketikan di variabel name “JAVA_HOME” (persis seperti yang tertera, dan tanpa kutip), kemudian isikan variabel value dengan path java diinstall (misalkan saya menginstall java pada root, maka pathnya seharusnya adalah “C:\Java\jdk1.6.0\bin” ). Selesai mengatur satu variabel, variabel lainnya menunggu..
sekarang giliran kita setting variabel path, biasanya variabel ini sudah ada, kita tinggal menambahkan path java saja.
nah, anda tinggal klik di path(variabel)>edit ,di variabel valuenya ditambahkan “;%JAVA_HOME%\;“. Saya akan coba jelaskan satu persatu. tanda “;” menjelaskan untuk membatasi nilai pada variabel “path” tersebut. sedangkan JAVA_HOME mewakilkan path folder java yang sudah kita definisikan di variabel “JAVA_HOME” sebelumnya. Bila sudah, sekarang waktunya pengecekan. Masuk ke dalam command prompt (windows>run>ketikan cmd) kemudian ketikan java lalu enter, kemudian ketikan javac kemudian enter, bila kedua perintah tersebut sukses, maka anda telah mengatur environment variabel dengan benar, congratulations. Dengan begini, anda dapat compiling & running di directory/folder/drive manapun. Dengan kata lain, untuk compile sebuah file java,
Classpath
Perbedaan Mendasar Linux dan Windows
by t0m on Dec.01, 2008, under Operating System
Berdasarkan pengamatan saya, perkembangan GNU (dibaca:gnu;dengarkan: /gnu:/) Linux dan OSS (Open Source Software) selama 7 tahun terakhir cukup fantastis. Proyek GNU Linux, yang memang hanyalah sebuah proyek pengerjaan kernel sistem operasi, dikerjakan secara kebersamaan (kalau bahasa sini: keroyokan) untuk bisa memenuhi keinginan para pemakai. Beberapa tahun belakangan ini, Linux bukan lagi konsole hitam dan tulisan putih yang tidak memerlukan sebuah mouse, namun sudah menjadi model sistem operasi yang patut disejajarkan dengan Macintosh keluaran Apple.Inc., tengok aja proyek composite desktop gila-gilaan seperti Compiz-Fusion (gabungan Beryl dan Compiz), model docking dan desktop slide milik Macintosh sudah bukan lagi menjadi role model untuk keluarga Apple saja, sekarang hampir semua Linux mampu melakukannya . Microsoft pun sudah mulai memperhitungkan keberadaan sistem operasi open source ini dengan (ikut-ikutan) membuat sebuah divisi open source.
Perbedaan Mendasar
Perbedaan paling mendasar adalah bahwa proyek Linux sebenernya adalah proyek pengerjaan sebuah kernel, sedangkan Microsoft tidak mengerjakan kernel saja tetapi semua aspek dalam sistem operasi (desain, multi task, window manager, compatibility, dll). Apa yang sekarang kita lihat pada Linux adalah proyek keroyokan yang melibatkan orang-orang diseluruh dunia yang mendukung Linux. Namun perbedaan yang paling umum dibicarakan adalah perbedaan antara open source dan closed source.
User Interface
Sejak pertama kali dikenalkan oleh komputer, penulis menggunakan Windows sebagai sistem operasi. Windows memiliki antar muka yang menarik dan mudah dipelajari, sejak Windows XP pengguna Windows semakin bertambah banyak, hal tersebut karena tampilannya yang user friendly.
Pada Linux, antar muka untuk user ada 2 bagian; Text User Interface (TUI) dan Graphical User Interface (GUI). Untuk TUI, tampilannya hanya warna hitam sebagai latar belakang dan tulisan yang berwarna putih. Sedangkan untuk GUI, ada 3 model desktop yang terkenal yaitu KDE, GNOME, dan Xfce. Ketiga desktop ini memiliki tampilan yang menarik dan dibangun sesuai kebutuhan. Untuk komputer dengan perangkat keras yang cukup tinggi levelnya dapat menggunakan KDE dan GNOME, namun untuk komputer tua, lebih disarankan menggunakan Xfce, karena minim terhadap resource komputer.
File System
Sistem file dari kedua sistem operasi ini berbeda sangat jauh. Pada Windows, dikenal 3 sistem file sistem yaitu FAT (12/16/32 ) dan NTFS. FAT32 sendiri sudah sangat tidak disarankan karena beberapa kelemahan dalam handling file dan direktori, serta batas kapasitas untuk ukuran per-file sebanyak 4 GB (Giga Byte) saja. Microsoft memperbaiki itu semua dengan mengeluarkan sistem file NTFS yang jauh lebih baik daripada FAT32.
Pada Linux, ada beberapa sistem file yang dapat digunakan sesuai kebutuhan:
Untuk perbandingan antar sistem file di Linux, silahkan baca-baca disini dan disini. Sedangkan untuk default sistem file di Linux biasanya menggunakan Ext3 karena kompatibilitas dan reliability yang telah diuji.
Hierarchy File Sistem
Pada sistem operasi Windows, semua keperluan sistem operasi terletak pada %systemroot%\WINDOWS dan %systemroot%\WINDOWS\System32\. Profile user terdapat di %driveletter%\%userprofile%\ (biasanya di C:\>Documents and Settings\[user]\).
Sedangkan pada Linux, berbeda total dari Windows dan sedikit perlu pemahaman. Silahkan lihat-lihat situs Pathname (situs resmi untuk hirarki sistem file Linux) untuk lebih jelasnya.
Software dan Package Management
Untuk software di Windows tidak terlalu sulit mencari dan menginstallnya pada komputer, karena memang bertebaran di internet. Software di Windows (Windows Installer) mengenal ekstensi EXE dan MSI, sedangkan pada Linux terdapat sekitar 4 model software (selanjutnya akan di sebut paket) untuk proses instalasi.
Paket di Linux tidak terlalu sulit didapat karena biasanya disediakan oleh pembuat distribusi Linux, apabila tidak terdapat paket yang didukung oleh pembuat distribusi Linux, pengguna dapat melakukan kompilasi dari source code pengembang software. Berikut pembagian paket-paket berdasarkan beberapa distribusi Linux dan program peng-installnya. Untuk beberapa distro turunan akan mengikuti distro yang diturunkan, misalkan Fedora, karena merupakan turunan distro Redhat, maka menggunakan RPM sebagai ekstensi paket dan yum atau rpm atau packagekit untuk manajemen paketnya.
[distro] – [ekstensi paket] – [penginstall paket]
- Slackware – TGZ – pkgtool
- Redhat – RPM – rpm, yum, packagekit
- Debian – DEB – apt-get, dpkg
- Arch – TGZ – Pacman
- OpenSuSE – RPM – Zypper
Demikian perbedaan mendasar antara Windows dan Linux, sebenarnya masih banyak kalau dari sisi aplikasi, namun saya tidak membahas dari sisi itu. Semoga ada kesempatan untuk membahas dari sisi yang lain.
